Pengembangan Sistem Kontrol dan Pemantauan Smart Aquarium Berbasis Internet of Things dengan Manajemen Water Cycle Otomatis

Authors

  • Dwigian Netha Putra. D.M. Universitas Nusa Putra Author
  • Mochammad Firdian R. Pratama Universitas Nusa Putra Author
  • Riyo Saputra Universitas Nusa Putra Author
  • Agus Tomi Universitas Nusa Putra Author
  • Iqbal Maulana Akbar Universitas Nusa Putra Author
  • Panji Narputro Universitas Nusa Putra Author
  • Anang Suryana Universitas Nusa Putra Author
  • Muchtar Ali Setyo Yudono Universitas Nusa Putra Author

Keywords:

smart aquarium, internet of things, water cycle otomatis, raspberry pi, sensor turbidity, sensor ultrasonik

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem kontrol dan pemantauan smart aquarium berbasis Internet of Things (IoT) dengan manajemen water cycle otomatis untuk menjaga kualitas air dan ketepatan pemberian pakan ikan hias. Raspberry Pi 3 digunakan sebagai pusat kendali yang memproses data dari sensor turbidity (TS-300B) untuk mendeteksi kekeruhan dan sensor ultrasonik (HY-SRF05) untuk memantau ketinggian air. Sistem mengendalikan pompa pembuangan dan pengisian melalui modul relay 4 channel, serta mengoperasikan motor servo sebagai aktuator pemberi pakan otomatis. Integrasi IoT diimplementasikan melalui Telegram Bot sebagai antarmuka kontrol jarak jauh. Metode penelitian meliputi perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, perakitan prototipe, serta pengujian fungsional berbasis simulasi untuk memverifikasi keterkaitan sensor–aktuator dan keandalan alur kendali. Hasil pengujian menunjukkan sensor ultrasonik mampu mengklasifikasikan kondisi level air dengan ambang <20 cm (penuh) dan >50 cm (rendah). Sensor turbidity menghasilkan keluaran biner (1=jernih; 0=keruh) yang memicu siklus pergantian air secara otomatis melalui aktivasi pompa pembuangan dan pengisian secara berurutan. Motor servo berhasil menjalankan skenario pemberian pakan terjadwal, sedangkan Telegram Bot mampu mengendalikan relay tambahan secara jarak jauh. Keterbatasan penelitian terletak pada pengujian yang masih berupa simulasi, sehingga diperlukan validasi pada akuarium nyata untuk menilai stabilitas sistem dalam kondisi operasional berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-01-21